Remaja Belanda dan Porno di Internet

Remaja yang melihat wanita sebagai ‘alat pemuas nafsu’ ternyata lebih sering nonton foto dan film porno di internet dibandingkan mereka yang tidak. Demikian hasil penelitian Jochen Peter dari Universitas van Amsterdam terhadap remaja di Belanda.

Selain itu peneliti ini juga menemukan bahwa remaja yang sering melihat porno di internet lebih kurang percaya diri dalam kehidupan seks mereka. Alasannya, apa yang mereka lihat di internet beda dengan apa yang mereka pelajari di rumah.

Di film-film porno, wanita sering digambarkan sebagai penurut, mengikuti saja kemauan lelaki. Sedangkan kebanyakan remaja di Belanda dibesarkan dengan ide bahwa pria dan wanita itu sama saja. “Itu akhirnya mendatangkan pertentangan,” jelas Peter.

Minder
Remaja yang sering mengkonsumsi porno di internet ternyata juga lebih sering merasa tidak puas dengan kehidupan seks mereka. Hal itu terutama tampak pada remaja, baik pria maupun wanita, yang punya sedikit pengalaman seksual. “Mereka mikirnya tidak mampu memenuhi ‘norma’. Pokoknya ada yang kurang,” kata Peter.

Penelitian yang sama juga menunjukkan remaja lebih mudah mengakses porno dengan adanya internet. Berdasarkan angket terhadap remaja berusia 12-17 tahun, 63 persen remaja pria setidaknya sekali per enam bulan melihat porno di internet. Untuk remaja wanita angkanya 47 persen.

Anggapan Salah
Namun, demikian menurut sang peneliti, hasil penelitian ini tidak perlu dibesar-besarkan. Menurutnya diskusi masyarakat tentang pengaruh porno di internet sering histeris. Beberapa pihak takut internet akan melahirkan ‘generasi porno’.

Berdasarkan penelitian, sebagian besar remaja masih tetap berpendirian wanita tidak boleh dijadikan obyek seks. Seks yang dilakukan dengan kasih sayang masih dianggap penting bagi para remaja.

Peter menyatakan film atau foto porno tidak punya pengaruh yang sama bagi semua remaja. Pandangan remaja terhadap seks dipengaruhi berbagai faktor lain seperti peran keluarga dan teman.

“Anggapan bahwa remaja meniru semua yang mereka lihat di internet tidak bisa dibuktikan,” kata Peter.

Sumber : Radio Nederland

Satu Tanggapan to “Remaja Belanda dan Porno di Internet”

  1. hasna Says:

    ni hasna

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: