Leony dan efek domino Entrepreneurship

Mimpi menarik kita dan kita menarik mimpi. Itulah kalimat filosofis Leony Agus Setiawati, pemilik usaha konveksi busana CV Azka Syahrani, ketika menjelaskan tentang cita – cita dan aktivitas bisnisnya.

Leony terjun dalam dunia bisnis konveksi pada 2001 dengan lokasi produksi di Bogor. Akan tetapi, usahanya tidak berjalan seperti yang diharapkan sehingga pada tahun ketiga memutuskan untuk menjual seluruh mesin jahit, dan sejumlah aset lain.

“Mesin dijual, karyawan keluar. Saya merasa tidak punya apa– apa lagi,” ujar Leony.

Setelah itu, dia justru merenungkan kembali mimpinya untuk bisa memberdayakan kalangan perempuan di sekitarnya. Leony kemudian instrospeksi dan menganalisis sendiri kegagalannya.

Menurutnya ada dua hal penyebab, yakni persoalan manajemen dan semangat entrepreneurship yang masih kurang. Hal pertama adalah mendefinisikan kegagalannya bukan sebagai kebangkrutan, tetapi terhenti. Nah, dari sini ada dua pilihan, bangkit melanjutkan usaha atau angkat tangan dan berhenti selamanya.

Berkat mimpinya itu Leony memilih bangkit dengan melahirkan merek Busana Sulam Ethnic.

Bagi Leony, semua aktivitas usahanya dari sebuah mimpi, sehingga ditemukan suatu produk yang bisa ditawarkan ke pasar, dan setiap masalah pada dasarnya akan membesarkan kita.

Saat memulai usaha, Leony melihat peluang pasar baju muslim yang dapat dipakai dalam segala suasana, sehingga tidak perlu harus mengganti pakaian kendati harus berganti acara dalam sehari.

“Seorang ibu misalnya, harus di kantor, meeting, arisan. Demikian juga bapak-bapak yang harus di kantor, sholat Jumat, meeting, kondangan, sehingga tidak perlu mengganti pakaian,” ujarnya.

Berangkat dari itu, Leony membuat busana dengan ada sentuhan tangan, guna menyerap tenaga kerja menganggur, terutama ibu–ibu rumah tangga yang berpendidikan rendah. “Dari awal saya bertekad untuk memberikan lapangan kerja bagi mereka.”

Dia merintis kembali usahanya dengan membeli 1 mesin jahit bekas, dan mengajak seorang tetangganya menjadi penjahit serta tiga orang menjadi penyulam.

Keseriusannya berbuah dukungan pemerintah yang membantu fasilitas konsultasi ISO 9001 dan ISO 2000 tentang sertifikasi untuk UKM. Hal paling berat adalah membenahi manajemen karena karyawannya berpendidikan rendah.

Upaya ini dimulai dengan membagi mereka dalam 24 kelompok yang melakukan pertemuan rutin setiap bulan. Dalam pertemuan itu, Leony tak hanya melatih menyulam tetapi juga mengajarkan cara mencatat, dan mengatur waktu untuk keluarga dan bekerja, hingga masalah pendidikan anak – anak.

Berkat ketelatenannya, CV Azka Syahrani bisa berkibar dengan 510 orang karyawan, yang 91% di antaranya perempuan. Saat ini, Busana Sulam Ethnic dipasarkan ke Malaysia dan Singapura melalui sistem keagenan.

Sistem ini diyakini memudahkan peraih Young Entrepreneur Awards 2009 untuk kategori Utama, Harian Bisnis Indonesia dan Commonwealth Bank ini mengetahui keinginan konsumen sebagai landasar berinovasi. “Sistem keagenan itu membuat saya mendapatkan pasar yang besar.”

Seiring dengan kemajuan usahanya, CV Azka Syahrani terus mengembangkan kegiatan sosial bagi lingkungannya, seperti program benah jalan desa dengan memperbaiki jalan yang rusak, dan menugasi kelompoknya untuk menyalurkan bantuan bagi kaum dhuafa, para janda, serta masyarakat miskin di daerah masing-masing.

Leony juga mengembangkan pinjaman mikro tanpa bunga bagi para pedagang gado-gado, penjual kelontong, hingga bakul jamu, agar tidak lagi terjerat rentenir.

Dari kiprahnya selama ini, entrepreneurship diyakini memiliki efek domino. “Saya bisa membantu 500 orang, kemudian 1 orang pekerja memiliki empat orang anggota keluarga. Itu hanya 1 entreprenuer, bagaimana jika ada 10 entrepreneur? “ ujarnya.

Bisnis Indonesia


Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: